<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Beybee14's Blog</title>
	<atom:link href="http://beybee14.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://beybee14.wordpress.com</link>
	<description>kemenangan yang sebenarnya bukanlah tentang menang atau kalah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2008 03:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='beybee14.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Beybee14's Blog</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://beybee14.wordpress.com/osd.xml" title="Beybee14&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://beybee14.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cara Belajar Yang Baik.</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/cara-belajar-yang-baik/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/cara-belajar-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 03:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beybee14.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Cara Belajar Yang Baik Menurut Hukum Newton Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar kita belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit buku tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian. Secara umum kita semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di bangku sekolah, agar belajar secara bertahap dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=24&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Cara Belajar Yang Baik Menurut Hukum Newton</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;"><a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar-yabg-baik.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-25" title="belajar-yabg-baik" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar-yabg-baik.jpg?w=510" alt="belajar-yabg-baik"   /></a><br />
</span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Banyak orangtua, guru dan mungkin teman kita memberikan nasihat agar kita belajar jauh hari sebelum waktu pelaksanaan ujian tiba. Tidak sedikit buku tentang cara belajar yang juga memberikan nasihat demikian. Secara umum kita semua setuju, terutama ketika kita masih duduk di bangku sekolah, agar belajar secara bertahap dan sistematis. Sebaliknya, pada dasarnya kita tidak setuju cara belajar dengan Sistem Kebut Semalam (SKS), yakni belajar semalam suntuk hanya pada saat menjelang ujian keesokan harinya. Selain melelahkan dan mendatangkan stres, cara belajar SKS tidak memberikan hasil yang memuaskan, bahkan cenderung menuai kegagalan. Namun, dengan berbagai alasan banyak siswa atau mahasiswa yang masih suka belajar dengan cara SKS. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Melihat betapa besar pengorbanan orangtua dan mungkin juga sanak-saudara, mengeluarkan biaya dan mencurahkan perhatian kepada kita dengan harapan kita memperoleh pendidikan yang baik dan kelak memiliki bekal ilmu. Atau setidaknya ijazah yang dapat dijadikan prasyarat guna mendapatkan pekerjaan. Lebih jauh, masyarakat di kampung hingga negara juga menaruh harapan besar di pundak siswa sebagai penerus bangsa. Apa pun alasannya, belajar jelas penting dan sangat perlu apalagi bagi siswa, minimal untuk mencapai syarat kelulusan. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Untuk lebih memotivasi siswa dan guru, pada kesempatan ini penulis memaparkan tentang cara belajar yang baik ditinjau dari sudut pandang sains (ilmu pengetahuan), Juga memberikan alasan ilmiah mengapa kita lebih baik belajar secara berkesinambungan jauh hari sebelum ujian, bukan belajar dengan cara dadakan (SKS). </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">Ada</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> beberapa hukum dalam sains yang dapat dijadikan landasan ilmiah tentang cara belajar yang baik, misalnya Hukum Newton. Hukum Newton sangat terkenal terutama dalam pelajaran fisika dan telah diaplikasikan dalam banyak bidang hingga sekarang. Misalnya untuk pembangunan jalan, jembatan, rumah, gedung bertingkat, perancangan peluru kendali hingga peluncuran roket ke luar angkasa. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Hukum I </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Newton</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Hukum I Newton (Hukum Kesatu Newton), dikenal juga sebagai hukum kelembaman menyatakan, ‘Setiap benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan bila tidak dikenai </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> dari luar (resultan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> sama dengan nol, SF = 0)’. Ini dapat diartikan, untuk mengubah keadaan benda dari diam menjadi bergerak, atau dari bergerak menjadi diam, diperlukan suatu </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;">. Sedangkan benda yang bergerak lurus beraturan tidak memerlukan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> lagi untuk tetap bergerak lurus beraturan (tanpa percepatan). </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Sebagai contoh, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang bergerak kemudian kendaraan dihentikan (direm) tiba-tiba, maka kita akan terdorong ke depan. Sebaliknya, pada saat kita berada dalam kendaraan yang sedang diam kemudian secara tiba-tiba dijalankan, maka kita akan cenderung tertarik ke belakang. Efek ini semakin nyata kalau kendaraan dijalankan dengan tiba-tiba pada kecepatan cukup tinggi. Apa artinya ini dikaitkan dengan cara belajar yang efektif? </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Kita seringkali atau pernah mengalami suatu keadaan di mana kita merasa sangat kesulitan untuk memulai belajar. Ketika itu kita mungkin sudah menyiapkan buku dan perlengkapan belajar lainnya, kemudian duduk dan mungkin sambil menghidangkan makanan/minuman ringan sekadarnya disertai alunan musik dari radio/tape, tetapi bukannya materi pelajaran yang masuk, melainkan hanya membolak-balik halaman pertama. Sementara tanpa terasa makanan ringan di meja akhirnya habis, kita merasa lelah, berebah di tempat tidur, seakan-akan tiada kekuatan untuk berkonsentrasi dan melawan rasa malas, dan selanjutnya tertidur. Hal ini dapat dimengerti, karena kita dari keadaan diam (belum pernah belajar) cenderung untuk tetap diam (tidak belajar). Lain halnya kalau kita diberi tugas atau PR (pekerjaan rumah) yang harus dikumpulkan esok harinya dan tugas ini akan dinilai serta mempengaruhi kualitas kelulusan, maka jika kita belum mengerjakannya dapat dipastikan kita memiliki suatu kekuatan besar dan terdorong untuk menyelesaikan tugas tersebut. Jadi, memang diperlukan suatu </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> dari luar (energi pendorong atau motivasi kuat) yang dapat memaksa kita dari keadaan diam (tidak belajar) menjadi berada dalam keadaan belajar. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Sebaliknya, jika kita berada dalam keadaan belajar dan bergerak lurus beraturan (maksudnya kita sudah memahami materi pelajaran, merasa enjoy belajarnya), maka kita sering ‘lupa waktu’. Kita tidak merasa berat untuk belajar bahkan sering merasa tertarik untuk terus belajar, kecuali kalau ada </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> dari luar yang sangat kuat. Misalnya, acara film yang sangat disukai atau kedatangan tamu spesial yang tidak bisa kita tolak. Ini sesuai dengan Hukum I Newton, benda yang berada dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan cenderung bergerak lurus beraturan, kecuali jika ada </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> dari luar yang bekerja pada benda tersebut. Jadi, menurut Hukum I Newton, kita sebaiknya belajar secara berkesinambungan dan teratur serta menghindari atau mengatasi segala sesuatu yang dapat menghambat usaha belajar kita. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Hukum II Newton </span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Kalau Hukum I Newton berbicara tentang kelembaman (keengganan untuk berubah), maka Hukum II Newton berbicara tentang percepatan (perubahan kecepatan). Hukum II Newton menyatakan, percepatan yang ditimbulkan oleh </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang bekerja pada sebuah benda sebanding dengan besar </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;">, searah dengan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> itu dan berbanding terbalik dengan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">massa</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> kelembaman benda tersebut. Artinya, semakin besar </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang bekerja pada benda maka semakin besar percepatan yang ditimbulkan. Sebaliknya, semakin kecil </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang bekerja maka semakin kecil percepatan yang ditimbulkan. Bila </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang bekerja pada benda sama dengan nol maka tidak ada percepatan yang dihasilkan, artinya pada keadaan seperti ini Hukum I Newton yang berlaku. Karena percepatan berbanding terbalik dengan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">massa</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> kelembaman, maka semakin besar </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">massa</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> benda semakin kecil percepatan yang dihasilkan oleh </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang sama. Jika suatu benda mengalami percepatan, maka kecepatannya akan semakin besar dengan bertambahnya waktu. Jika kecepatan benda semakin kecil dengan bertambahnya waktu, ini berarti benda tersebut mengalami perlambatan. Bagaimana kaitan antara Hukum II Newton dengan cara belajar yang baik?</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;"> <a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-26" title="belajar" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar.jpg?w=510" alt="belajar"   /></a><br />
</span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Adakalanya semangat belajar begitu besar, tetapi di lain waktu kadang kita merasa kurang bersemangat untuk belajar. Karena semangat belajar mempengaruhi kualitas proses belajar maka tentu saja semangat belajar akan turut menentukan hasil dari proses belajar, yakni penguasaan materi, pengembangan materi hingga kualitas kelulusan kita (nilai hasil ujian). </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Dari Hukum I Newton kita tahu, jika kita sudah dalam keadaan belajar secara beraturan berkesinambungan dan tidak ada sesuatu yang dapat mengganggu belajar kita maka kita cenderung untuk tetap terus belajar (berkesinambungan), namun dengan kecepatan penguasaan materi yang sama. Dari Hukum II Newton dapat kita nyatakan, diperlukan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> (motivasi) untuk mengubah kecepatan pengusaan materi belajar. Jika besarnya motivasi untuk maju sama besar dengan keengganan kita untuk maju (yang berdampak pada suatu kemunduran), maka resultan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> (SF) sama dengan nol. Berarti, proses belajar kita tidak mengalami kemajuan (tetap segitu-gitu aja). Tanpa adanya motivasi untuk lebih cepat menguasai materi atau motivasi untuk lebih banyak materi yang dikuasi. Bila kita menginginkan percepatan yang besar, diperlukan suatu motivasi yang semakin besar. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Massa</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> kelembaman dapat diartikan sebagai tingkat keengganan (kemalasan) kita sendiri atau tingkat kesulitan materi pelajaran yang dihadapi. Semakin besar tingkat kemalasan atau semakin tinggi tingkat kesulitan materi pelajaran, maka diperlukan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> (motivasi) yang besar untuk mencapai tingkat percepatan yang sama dalam proses penguasaan materi. Dengan kata lain, untuk tingkat penguasaan yang sama (setara), materi pelajaran yang lebih sulit memerlukan motivasi lebih besar daripada materi pelajaran yang relatif lebih mudah. Jika tingkat motivasi untuk pelajaran yang sangat sulit (kita memang mengalami kesulitan untuk menguasainya) kita buat sama dengan tingkat motivasi untuk pelajaran yang mudah, maka dapat dipastikan hasil yang diperoleh akan berbeda. </span></p>
<p><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Hukum III </span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;">Newton</span></strong><strong><span style="font-family:&quot;color:brown;"> </span></strong></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Hukum III Newton disebut juga Hukum Aksi-Reaksi. Apabila sebuah benda mengerjakan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> pada benda lain (disebut aksi), maka benda kedua ini juga akan mengerjakan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> yang sama besar pada benda pertama tetapi berlawanan arah dengan </span><span style="font-family:&quot;color:brown;">gaya</span><span style="font-family:&quot;color:brown;"> dari benda pertama. Ini dapat diartikan, jika kita membenci suatu materi pelajaran, apa pun alasannya, maka pelajaran tersebut akan balas membenci kita. Akibatnya, semakin sulit bagi kita untuk menguasai materi pelajaran tersebut jika kita sendiri membenci pelajaran itu. Jadi, kita harus berusaha menyenangi pelajaran yang akan kita pelajari agar kita lebih mudah menguasai materi pelajaran tersebut. </span></p>
<p><span style="font-family:&quot;color:brown;">Terkait dengan Hukum Newton tersebut, ada beberapa tips tentang cara belajar yang baik yang disarankan: </span></p>
<ol type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Jangan belajar hanya pada saat      menjelang ujian. Jika terlalu lama dalam keadaan diam (tidak belajar),      maka kita semakin sulit untuk memulainya. Semakin lama kita tidak belajar,      semakin besar kecenderungan kita untuk tetap tidak belajar. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Buat suatu keadaan sedemikian hingga      seolah-olah kita selalu dalam keadaan belajar. Ini tidak berarti kita      harus terus menerus belajar tanpa istirahat. Dimaksud di sini, kita      belajar secara berkesinambungan dan teratur. Sinambung artinya nyambung      antara proses belajar hari ini dengan hari-hari kemarinnya. Kalaupun kita      liburan, upayakan kita tidak lepas sama sekali dengan mata pelajaran. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Bangkitkan motivasi yang kuat untuk      belajar, terutama untuk pelajaran yang lebih sulit. Semakin sulit materi      pelajaran, semakin besar motivasi yang diperlukan untuk menguasainya.      Untuk membangkitkan motivasi ada berbagai cara, antara lain: Bayangkan      betapa puas dan bangganya kita kalau kita mampu menguasai pelajaran yang      sulit; Anggaplah semua pelajaran penting dan berguna bagi masa depan kita;      Kejarlah prestasi terbaik karena kesempatan yang lebih baik biasanya lebih      memihak pada orang-orang terbaik; Ingat belajar itu termasuk ibadah. Tuhan      tidak menilai kesuksesan belajar kita hanya dari nilai hasil ujian, tetapi      Tuhan akan menilai proses perjuangan kita untuk memperoleh nilai tersebut. </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Jangan sekali-kali membenci suatu mata      pelajaran. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Dalam hal ini      mungkin anda belum mengenal mata pelajaran tersebut. Coba kenali lebih      jauh, mungkin anda akan menyayanginya. </span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=24&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/cara-belajar-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar-yabg-baik.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">belajar-yabg-baik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/belajar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">belajar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Cinta</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/tentang-cinta/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/tentang-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 03:03:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luvly]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beybee14.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=20&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><!--[if gte vml 1]&gt;                                                                 &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="CINTA....?????" width="417" height="86" /><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/cinta.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-21" title="cinta" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/cinta.jpg?w=510" alt="cinta"   /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;">Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.~ Mahatma Ghandi</p>
<p>Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-family:&quot;">Ada</span><span style="font-family:&quot;"> 2 titis air mata mengalir di sebuah sungai. Satu titis air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab titis air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu sahaja.”</p>
<p>Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.</p>
<p>Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.</p>
<p>Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.<br />
<a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/lope2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-22" title="lope2" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/lope2.jpg?w=510" alt="lope2"   /></a><br />
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mahu berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu Coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi titisan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.</p>
<p>Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.</p>
<p>Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia , lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.</p>
<p>Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas kurniaan itu.</p>
<p>Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka</p>
<p>Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.</p>
<p>Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.</p>
<p>Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahawa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.</p>
<p>Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.<br />
Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.</p>
<p>Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.</p>
<p>Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.</p>
<p>Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.</p>
<p>Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !</p>
<p>Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.</p>
<p>Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka</p>
<p>Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, manakala kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengubati segala luka di hati orang yang mendengarnya.</p>
<p>Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya</p>
<p>Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.</p>
<p>Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.</p>
<p>Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.<br />
Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=20&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/12/tentang-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/cinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/lope2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lope2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Candi Borobudur</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/05/candi-borobudur/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/05/candi-borobudur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 01:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beybee14.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[CANDI BOROBUDUR warisan luhur bangsa Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=10&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">CANDI </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">BOROBUDUR</span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;"> warisan luhur bangsa</span></span></h2>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> berarti biara yang terletak di tempat tinggi. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;"><a title="Stupa Candi Borobudur" href="http://ariesaksono.files.wordpress.com/2008/01/image0031.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg" border="0" alt="Stupa Candi Borobudur" width="273" height="306" /></span><!--[endif]--></span></a></span><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;"></span></p>
<p><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;">Stupa Candi Borobudur<a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/_untitle_090.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-11" title="stupa candi borobudur" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/_untitle_090.jpg?w=510" alt="stupa candi borobudur"   /></a> </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kamadhatu</span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">, bagian dasar </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">,      melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Rupadhatu,</span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> empat tingkat di atasnya,      melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun      masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha      diletakkan terbuka. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Arupadhatu</span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">, tiga tingkat di atasnya      dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan      manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Arupa,</span></strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> bagian paling atas yang      melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Semarang</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">). </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Keseluruhan relief yang ada di candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> mencerminkan ajaran sang Budha. Seorang budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Berkat mengunjungi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Tibet</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “<em>The Lamp for the Path to Enlightenment</em>” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sejarah Candi </span></strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama </span><span style="font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-family:&quot;"> diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><a title="Arca Budha Borobudur" href="http://ariesaksono.files.wordpress.com/2008/01/image0011.jpg"><span style="text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><span><img src="/DOCUME~1/KOMPUT~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" border="0" alt="Arca Budha Borobudur" width="329" height="392" /></span><!--[endif]--></span></a></span><span style="font-family:&quot;"><br />
</span><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;"><a href="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/arca1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-13" title="arca1" src="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/arca1.jpg?w=510" alt="arca1"   /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:10pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Arca Budha dalam relung Candi Borobudur</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Nama </span></strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Mengenai nama </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> berarti Bihara di atas sebuah bukit. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: <em>rasa sagara kstidhara</em>, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Pembangunan Candi </span></strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan <strong>Raja Samarotthungga</strong>. Arsitektur yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama <strong>Gunadharma</strong>. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani.</span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sebelum dipugar, Candi Borobudur hanya berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan. Pemugaran selanjutnya oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, setelah itu periode selanjutnya dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">India</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Materi Candi </span></strong><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">India</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Misteri seputar Candi Borobudur</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan?. Gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmiah, terutama tentang ruang yang ditemukan pada stupa induk candi dan patung Budha, di pusat atau zenith candi dalam stupa terbesar, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibuddha yang tidak sempurna yang hingga kini masih menjadi misteri. </span><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<h2 style="text-align:justify;line-height:150%;"><span class="mw-headline"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Kronologis Penemuan dan pemugaran Borobudur</span></span><span style="font-family:&quot;"></span></h2>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1814 &#8211; Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal      Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">.      Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan,      berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1873 &#8211; monografi pertama tentang candi diterbitkan. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1900 &#8211; pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah      panitia pemugaran dan perawatan candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1907 &#8211; Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun      1911. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1926 &#8211; </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis <em>malaise</em> dan Perang Dunia II. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1956 &#8211; pemerintah </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1963 &#8211; pemerintah </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> mengeluarkan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">surat</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> keputusan untuk memugar </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">,      tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1968 &#8211; pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju      untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1971 &#8211; pemerintah </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> membentuk badan pemugaran </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> yang diketuai Prof.Ir.Roosseno. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1972 &#8211; International Consultative Committee dibentuk      dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite      yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya      pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Indonesia</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">10 Agustus 1973 &#8211; Presiden Soeharto meresmikan dimulainya      pemugaran </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">;      pemugaran selesai pada tahun 1984 </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">21 Januari 1985 &#8211; terjadi serangan bom yang merusakkan      beberapa stupa pada candi </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> yang kemudian segera diperbaiki kembali. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">1991 &#8211; </span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;">Borobudur</span><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:&quot;"> ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. </span><span style="font-family:&quot;"></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=10&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/05/candi-borobudur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/_untitle_090.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">stupa candi borobudur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://beybee14.files.wordpress.com/2008/11/arca1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">arca1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>untitle</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle-2/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 02:08:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[anak-anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beybee14.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[pada hari minggu kuturut ayah kekota.. Naik delman istimewa kududuk dimuka<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=7&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada hari minggu kuturut ayah kekota.. Naik delman istimewa kududuk dimuka</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=7&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>untitle</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 01:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beybee14.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Tiada bisa kulupa.. Saat yang indah yang terindah.. Yang kita lewati berdua.. Semua kebiasaan,yang kiata lalui berdua kini jadi puing kenangan..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=5&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiada bisa kulupa.. Saat yang indah yang terindah.. Yang kita lewati berdua.. Semua kebiasaan,yang kiata lalui berdua kini jadi puing kenangan..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=5&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/untitle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/hello-world/</link>
		<comments>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 01:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>beybee14</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=1&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/beybee14.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/beybee14.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=beybee14.wordpress.com&amp;blog=5398166&amp;post=1&amp;subd=beybee14&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beybee14.wordpress.com/2008/11/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/006e3f0e94afa51f1fbbf47e26c336bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">beybee14</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
